When i'm really being me. Personally. Completely. Just… me.

Marshed Universe

I am young
I am free
I do everything i want to

I am strong
I am weak
I am mad and upset
And its all up to me

I am full of answers
Yet i ask million times more

I am sure
I am confused
I am sharp
And im so ambitious

Im in love and i break down
I reach high and i am proud
I believe, i have faith
Im grateful yet i haven’t break my limiting patterns

I am a motivator
Yet i make sins
I am super human
I am growing
I am bravery.

I am courageous
And more than ever.

I am harder. Faster.
Thicker. Smarter. Wiser.

I am young
And i do what i am sure about
I learn endlessly
I study quickly.
And world
Oh world i will conquer you.

Im going there
Yes i am on my way there.
Im on a firing rocket
Flying high across the sky
As a neon butterfly.

I am young
But i am strong
I am sure
And i learn

Im proud to make mistakes.
And more proud cos i stood higher each time after.

And world
Oh world, be ready i am about to rise high
Today i am on my way
And i will conquer you

Yes i will conquer you.

Both of my feet are light. This is gonna be AWESOME.

Be ready WORLD,

Cos we’re about to ROCK AND CONQUER YOU.

‎Gw ini produk keluarga disfungsi mentok, tok, tok maksimal.

Gw ini anak full of experience of being abused, mentally and verbally, a little bit physically also.

I have my own  thick dictionary filled with devilish definitions of “the world” and all things in it.

I have hundred thousands of reasons and justifications for me to to be angry at all times. And even 1000 people out there would agree if I put myself as “victim” and stay that way for a long period of time.

The world and my past, my childhood, had given me the trophy as a winner who gets the prize of “life-long permission to complain and spread satanic anger and maybe abuse as well (to others)”.

But.

But.

Tonight I made a pact. That.. WHATEVER HAPPENED IN MY LIFE THAT CREATED A MOUNTAIN OF SICKNESS, RIOT, AND MISERY

..WILL ONE DAY BE A UNIVERSE OF GOLD THAT GIVES LIFE TO OTHERS THAT LIVE AS DYING SOULS,

..LOVE TO THE HEARTS THAT ARE EMPTY,

..FOOD AND WATER TO THOSE WHO ARE HUNGRY,

..AND LIGHT TO SHINE THE DARK WOODS OF THOSE WHO ARE LOST.

This Life TURMOIL, will turn into a TREASURE OF GOLDEN BARS AND SILVER WINGS TO FLY.

I know that today, I am PREPARED FOR A HUGE GREATNESS AHEAD.

I believe in God’s endless LOVE and that I am created to go through a GREAT JOURNEY and at the new beginning (or some may call it the “finish line”) I WILL FULFILL A GREAT DESTINY.

-Andriani Marshanda-

24-04-2014

12:04 AM

‎You govern your own thoughts

You govern your own beliefs

You govern every cell that lives or dies in your body

You govern your heartbeat.

You govern your own health.

You govern every kind of atmosphere that exists in your life right now.

Positive thinking, sama dengan berbaik sangka.

Pada dunia, hari ini, setiap hari kita, dan pada diri kita sendiri.

Ini sama dengan, berbaik sangka pada Sang Maha Pencipta. Sama dengan what is called “Husnudzon”.

And when you think and believe positively in God, in Allah… You attract abundance into your life. Cos it’s the loving hands of God, to you.

Sesuai salah satu firman Allah:

“Saat kau mendekatiKu dengan berjalan, maka Aku akan mendekatimu dengan berlari……”

It is YOU

Who govern your own Life and Destiny.

With the key of believing, in God.

LOVE

Love taught me nothing but losing

That used to be my thought

LOST

So lost I cant stop banging my head to the wall

Trying to find answers I need patience I heard

Here I am finding my self lost again

Never have u ever fulfill all your broken promises

And tonight I let myself cry again

Cry again I cry over losing you

LIFE…

Might it be different hadn’t you left back in the day

Might I be happier be a more content person

Might I be a bit more stable whatever u wanna call it

So just shut up…..

Im taller now

Im bigger now

Im smarter and im wiser

I have bigger heart.

Maybe that lonely kid used to be me

But now that’s not me….

I have hope even though it’s as small as the old one

I wont say I aint grow cos believe me I do

Im just feeling so small

I, again, feel scared

And I am lonely….

I am scared

I dont know why life throw this kinds of shit

And I found my self again

Writing this kind of song……

Im not mad at You

Cos I know You are all about Love

Yes You are…

Well tonight, im just asking

Im just asking

Im just crying

Singing….

And,

…..just let me.

(Not) A Love Letter For You

Image

– The following is dedicated for my younger brother, Didi. –

Do you ever know?

How your heart’s honesty

Truly, how they amaze me

Do you ever know?

I have huge admiration

For your pair of eyes

And the way they see life

And I never bother

What u think of how the world see you

I believe in my eyes

I see the world’s wonder

Right in you

Not to mention

Your love and shining light

When you play that music

The way you drum it out

Your brilliance, till you sing it aloud

Oh yeah, I’m your huge fan

So, please

The world is your red carpet

And people’s about to experience an earthquake

The minute YOU step on their planet

Rock the world

It can’t help waiting any longer to watch your gig

You will be bigger than just changing lives

You will change the color of the sun

And tune it in to your frequency

Your skin will no longer be zipped

You’re about to break

Cos it can’t help feeling the vibrancy of your burning fire

You’re about to soar

Cos your soul is bigger than the Mars

…..And this,

This is not my love for you :)

This is MORE than that

This is my limitless faith on you

Well, not that you’ll ever need it

To shine the planet

Just LIVE

With, or without me

You will… LIVE :)

Ada masa dalam hidup dimana kita berada di persimpangan. Persimpangan dua keputusan: Stay atau Leave. Tetap disini atau pergi. Semua usaha yang dikerahkan untuk memperbaiki keadaan dan memperbaiki hubungan telah menyerap energi jiwa kita hingga lebih dari sekedar habis. Kalau ada istilah “nyawa defisit” ya itulah keadaan nyawa kita saat di persimpangan ini. Karena semua usaha yang dilakukan terus membuat masalah baru, luka baru. Kehancuran cinta yang baru. Lagi.

Ratusan pertanyaan terus bermunculan hingga menjadi kumpulan puisi penuh tanda tanya. Tanda tanya yang diwarnai kemarahan, kehampaan, kelinglungan. Lelah mencari pegangan dan akhirnya kita menyerah pada ketersesatan. Pada kegelapan.

Dan datanglah saran untuk pergi meninggalkan semua ini. Bahwa mungkin dengan “pergi”, kita akan menjadi lebih bahagia. Bahwa dengan pergi…. Mungkin kita akan mendapatkan apa yang kita rasa memang pantas dapatkan. Bukan kemarahan, cacian, buang-buang waktu berharga yang mestinya bisa digunakan untuk membuat karya bagi dunia.

Semua waktu dan tenaga terbuang, hingga menjadi kerugian bagi dunia. Dan kesakitan yang tak berujung tusukan pisaunya dalam hati ini.

Sangat mudah cinta membawa kita terbang, namun samgat mudah juga cinta jatuhkan kita ke dalam jurang.

Waktu berlalu begitu lambat, memasukanku makin dalam ke pusaran air lava yang membakar warna yang pernah terpancar dari mata ini.

Aku masih muda, apakah pantas aku terima bakaran ini?
Kenapa tak sekalian saja tampar aku? Tendang injak wajahku ke tanah?
Atau diagnosa aku dengan penyakit terparah vonis aku mati 2-3 bulan lagi?

Tuhan ijinkan aku pingsan, ijinkan aku tidur dalam mimpi.
Ijinkan aku terbang jauh dalam dunia khayalan.
Ijinkan aku lupa, dan masuk ke alam yang tidak pernah nyata.

Tapi TIDAK.
Kata Tuhan.

Sepertinya aku mendengar suara Tuhan yang menggema di dinding2 organ jantung dan paru-paruku.
Diam-diam Tuhan mengijinkanku mendengar pesannya. Walau suara itu sangat jauh dan samar. Mungkin kata-Nya, “kau tidak akan mati, aku akan membakarmu di neraka dunia ini, tapi kau akan bertahan….dan kau akan….”

Hanya sampai situ. Lalu hilang. Tak terdengar lagi suaranya.
Entah Tuhan yang menjauh atau aku yang memilih menutup telinga hatiku dari bawah sadarku.

Lalu aku menghukum diriku. Memperlihatkan kelemahanku demi mencari setitik cinta dan perhatian, darinya. Hanya darinya, sumber kehidupanku selama umur hidupku.

Namun tak kudapat perhatian itu, hingga kutenggak sekian butir harapan untuk mati sementara. Hanya sementara. Agarku dapat pelukannya, saat nanti kuhidup lagi. Pelukan yang kunanti-nanti selama ini. Pelukan takut. Takut jika ku pergi darinya. Pelukan yang menyatakan bahwa ia butuh. BUTUH KEBERADAANKU.

Aku masih kecil. Pikirku lagi.
Kenapa aku harus tumbuh besar dalam ikatan tanaman berduri ini.

Namun…
Meskipun begitu aku masih percaya, aku punya setitik harapan di hatiku.
Aku tau aku masih pantas untuk memimpikan setitik cahaya dihati ini.
Seberapa hinanya aku di mata makhluk dunia yang semuanya sungguh aku cinta dan aku maafkan sejak hari pertama.

Dan mungkin setitik cahaya itu yang mendorong kaki dan jiwaku dengan tiupan angin yang tak terlihat dan tak terasa. Meniupkan sehembus nyawa demi nyawa. Tetap defisit namun ajaib, karena aku tetap bisa hidup.

Dan hari itu sampai. Di mana nerakaNya makin nyata depan mataku. Cahaya api menggelora membakar kewarasanku. Aku gila. Kata mereka. Dan aku tetap menganga dengan sempurna, membiarkan api ciptaanNya masuk membakar rohku yang telah busuk dan usang. Membakar setan-setan di paru-paru dan jiwa tempat dulu aku bernyanyi melodi indah.

Aku depresi, kata para makhluk dunia. Namun aku meloncat ke 100 tahun dimasa depan jiwaku, kata jujur hatiku.

Aku terselamatkan. Karena aku membuka rangkulanku, menerima dengan suka lebih dari gembira. Saat terbakar neraka Yang Maha Kuasa. Karena jiwa kecilku tahu, inilah jalanku menuju dingin sejuknya Surga.

………….

Dan aku belajar satu nilai kehidupan yang tidak ternilai oleh milyaran berlian. Oleh uang semua kerajaan. Bahwa….

“Mungkin satu hal yang paling kita cintai, adalah satu hal yang justru paling sulit untuk kita pertahankan.”

Membuat kita hancur, luka, sakit, jatuh, dan ingin pergi. Dan ketika kita memutuskan untuk STAY. Neraka akan membakar hangus jiwa lama kita. Agar kita terlahir baru, menjadi manusia bahagia yang dapat menciptakan cinta menjadi nyata. Dalam mensyukuri keberadaan “satu hal yang paling kita cintai tadi.”

Allah Maha Kuasa, Maha Pecinta. Ia-lah Segalanya.
Dan kali ini aku mampu mendengar sisa bisikannya yang dulu belum jelas ku dengar.
Yaitu,

“Kau tidak akan mati, aku akan membakarmu di neraka dunia ini, tapi kau akan bertahan….dan kau..
Kau akan memahami bagaimana memaafkan mereka, menerima mereka, dan mencintai mereka. Juga mencintai dirimu sendiri. Dan kau akan dapatkan lagi bahagia itu. Kali ini, sebagai hadiahKu atas usahamu sendiri.”

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,981,367 other followers