When i'm really being me. Personally. Completely. Just… me.

Archive for December, 2010

Sahabat

Seringkali kita menganggap sahabat adalah seseorang yang paling sering menghabiskan waktu bersama kita.
Tidak begitu bagi saya.
Saya punya seorang sahabat yang tempat tinggalnya dengan saya dipisahkan oleh lautan. Tapi hatinya tetap dekat dengan hati saya. Setiap hari, setiap jam, setiap waktu.

Seringkali kita berfikir sahabat adalah seseorang yang selalu menghabiskan tawa dengan kita.
Tidak begitu bagi saya.
Kadang sahabat saling menegur dan melewati situasi tidak nyaman, ada sesuatu yang mreka tidak sukai, namun semua itu mereka bahas dan selesaikan… Dan ketidaknyamanan berubah menjadi kenyamanan yang berlangsung lebih lama dan tidak hanya sementara.

Seringkali kita menganggap sahabat adalah seseorang yang mengucapkan kalimat dukungannya bagi kita setiap kita akan melakukan segala sesuatu.
Tidak begitu bagi saya.
Seorang sahabat tidak harus selalu mensupport kita dalam setiap saat, tanpa dia mengucapkan dengan verbal dukungan2nya, kita sudah tau bahwa dia disana pasti selalu mendukung dan membela kita.. dan barulah dia selalu ada disaat-saat yang sulit dimana kita betul2 membutuhkan support moril.

Seorang sahabat mempedulikan kita disaat kita bimbang, mengajak kita tertawa kita disaat kita sedih, menerima kita disaat kita salah, dan mencintai kita bahkan disaat kita tidak menjadi diri kita sendiri.

Seorang sahabat bagaikan bayangan dibelakang jejak langkah kita, yang selalu mengikuti arah kita berjalan.
Bersama kita, menggenggam hati kita bersama cinta tulusnya.

Seorang sahabat akan selalu tersenyum, betapa konyolnya, betapa buruknya, betapa kekanak-kanakannya sikap kita.
Dan ia siap menuntun kita kelak dimana kita pun telah siap untuk belajar menjadi orang yang lebih baik.

Seorang sahabat tidak menuntut dan seorang sahabat tidak merubah.
Kekuatan suatu persahabatan terletak pada penerimaan yang besar akan perbedaan-perbedaan dari insan yang berbeda.
Perbedaan yang sesungguhnya bisa menjadi masalah jika kita menginginkannya untuk menjadi masalah.

Menurut saya cinta seorang sahabat tidak seperti warna pelangi yang ceria dan warna warni, melainkan hangat, abadi, dan akan selalu datang seperti matahari yang terbit dan terbenam.
Tidak selalu ada didepan mata kita, namun tiap kita membutuhkannya.. setiap saat.. hingga kapanpun.
Ia takkan pernah berhenti datang.
Cinta seorang sahabat selamanya ada dalam setiap hari, setiap malam dan ketika datang pagi.
Cinta seorang sahabat sejati.. adalah cinta yang abadi.

Ps: Tulisan ini saya tujukan untuk sahabat saya Raisya Rahmanarasmarani (Icha) yang malam ini berulang tahun ke-22. Love u so, Ca.. :) Have a wonderful birthday.

The Happiness Project

What would i plan and what are the things that i would do if i were about to make a “happiness project” for myself??

Hmmm….. firstly i wanna tell u that the source of my inspiration for this writing now, itu adalah bukunya Gretchen Rubin yang judulnya “The Happiness Project”. There she wrote about the things, efforts, and action items she does to make her life happier. Not saying that her life is unhappy, but she just feels like she’s not living her life to the fullest and she not as happy as she can actually be. Hidupnya diatas berkecukupan, dia memiliki suami yang tampan, baik hati, dan sukses, dia mempunyai hubungan yang baik dengan orang tua dan mertuanya, dan dia juga memiliki pekerjaan yang dia sukai and she earn good money from it. But it’s either that she’s not grateful enough of her life or that she’s still whining, nagging, and tend to focus on negativity around her rather than seeing the goodness, postivity, and blessings she has around her. Jadi si Gretchen Rubin ini menulis banyak hal dalam berbagai aspek yang akan dia lakukan dengan komitmen yang tujuannya diyakini adalah untuk membuat dirinya lebih bahagia dalam hidupnya. Gretchen menulis Happiness Projectnya yang dia apply dalam satu tahun, dengan spesifikasi dan detail yang dijelaskan dalam tiap satu bulan dari Bulan Januari sampai Desember.

Okay, enough about Gretchen Rubin, now we’re talking about what if i were to make this happines project for me and apply it into my daily life..? Hmm…. firstly we need to make this really organized and systematic. Pertama-tama mungkin saya perlu menjabarkan atau menafsirkan, apa sih arti “happiness” atau “kebahagiaan” bagi saya pribadi?

Well, happiness would be…:

  1. having a constant feeling of closeness with Allah
  2. having a constant feeling of gratefulness
  3. being surrounded by people that i love and who love me sincerely
  4. being surrounded by positive people (family and friends) that can bring me higher in terms of self quality and life achievements.
  5. being healthy
  6. having a huge passion on studying and to get good grades out of it.
  7. doing what i love as a job and work everyday with optimism, creativity, dedication, and passion.
  8. do better on maintaining relationship with my mom, adek-adek, teman-teman, and Ben and also his family.
  9. have fun and not to be too serious about life

Nah, itu dia kira-kira penjabaran saya akan kebahagiaan yang ‘pol’ dalam hidup ini. Apakah terdengar terlalu ‘ideal’?? Well, dalam hidup itu masalah pasti ada, nggak mungkin selama kita hidup kita nggak dihampiri masalah, rintangan, atau obstacles, dan hidup berjalan mulus, semua keinginan kita langsung tercapai, dan sebagainya. Tapi boleh dong kita berpikiran dan berkeyakinan dengan optimis bahwa life can be much better asalkan kita berkomitmen menjalankan prinsip-prinsip dasar hidup kita. Well, despite life obstacles, i believe…saya percaya bahwa hidup saya bisa menjadi seperti yang saya inginkan. Tapi tentunya semua hal itu ada ‘harga’nya. Maksud saya, kalo kita mau sesuatu yang lebih baik, kita mau jadi lebih kaya dan sukses misalnya, ya kita harus lebih kerja keras beberapa kali lipat dibanding sebelumnya. Atau kalo kita mau dapat nilai A, kita harus belajar lebih rajin dibanding kalo mau dapat nilai B. I believe every standard has its price. Dan biasanya hal-hal yang paling kita inginkan dalam hidup dan hal-hal yang paling akan membuat kita berkembang, adalah hal-hal yang memiliki resiko besar. Tapi jika kita berhasil melewati/mencapai hal tersebut maka kepuasan luar biasa lah yang akan kita dapat. You get what u earn, no pain no gain, man..!

Okay, now let’s break down my description of “happiness” into action items! (this is gonna be fun yaayy!)

Dibawah ini, saya nggak membagi-bagi action items saya ke dalam 12 bulan seperti yang dilakukan Gretchen Rubin dalam bukunya, melainkan membaginya dalam 7 bagian.

1

Main Goal –> Having a Constant Feeling of Gratefulness and Closeness with Allah.

Arti dari kalimat itu adalah saya ingin bisa terus meneru memiliki rasa bersyukur dan kedekatan dengan Allah. Hmm, hal pertama yang terlintas dipikiran kita dalam hal ini adalah menjalankan ibadah dengan disiplin dan teratur, yaitu yang terutama adalah shalat 5 waktu setiap hari. Itu artinya termasuk: Subuh yang ngga telat mulu. Naaahhh.. itu dia tuh lumayan susah bagi saya, masa solat subuh “mood-moodan” sih?? Kadang tepat waktu, tapi kadang juga telat-telat gara-gara ngga kebangun. Itu adalah satu diantara sekian hal yang harus saya sadari bahwa penting untuk merubah kebiasaan saya.

Untuk bisa bangun shalat subuh, tentunya saya harus tidur lebih cepat karena kalau saya tidur malam (seperti seringnya yang saya lakukan selama ini) akan mengakibatkan saya terlampau ngantuk untuk bangun jam 5 keesokan harinya. Dan saya juga harus merubah persepsi saya, jangan untuk jangan menggampangkan shalat subuh. Kenapa saya bilang saya menggampangkan shalat subuh? Jujur aja, saya ngga mau kalo dibilang saya ‘menggampangkan’, tapi pada kenyataannya…??? Hfffhh.. saya seringkali susah bangun dan shalat telat dimana matahari sudah terang. Nah that one thing i need to be more concerned about.

Selain melakukan ibadah dengan teratur sesuai dengan perintah-Nya, coba kita bahas hal-hal kecil yang kita lakukan setiap hari. Misalnya, kebiasaan saya yang suka berprasangka buruk terhadap orang harus lebih sering dihilangkan. Karena selain berprasangka buruk atau su’udzon dilarang dalam agama, sikap itu juga menciptakan energi negatif dalam diri kita. Jujur tidak mudah untuk selalu bisa berfikiran positif dalam setiap saat. But at least we can try..! Inilah yang saya sebut Switch Button. Switch button itu letaknya ada ditengah-tengah kening saya. Gunanya adalah untuk mem-pause semua pikiran yang sedang berjalan di dalam kepala saya. Misalnya, kalo mulai ada pikiran negatif di kepala saya, itulah saatnya saya pencet itu tombol ditengah jiidat saya (dibayangkan saja, nggak usah dilakukan beneran hehehe..) dan mem-pause semua suara-suara dan kata-kata negatif yang ada di kepala saya dan nge-SWITCH atau merubah semua itu….menjadi hal-hal yang lebih positif misalnya dan kemudian mencoba mensyukuri hal positif tersebut dengan tulus. Well, i guess that i can do. :)

Itulah mungkin beberapa usaha yang bisa saya lakukan untuk menjadi seseorang yang lebih bersyukur sehingga diridhoi Allah untuk memiliki ‘connection’ atau hubungan yang lebih dekat dengan-Nya (amin..). Sebenernya masih banyak hal yang bisa saya lakukan dan saya tulis disini, tapi nanti malah jadi satu buku kalo nulisnya terlalu detail.. hehehehe :p
Jadi semuanya saya tulis dengan singkat aja ya..

2

Main Goal –> To Be Surrounded by People That I Love and Who Love Me Sincerely, and Do Better on Maintaining Relationships

Yang saya bisa lakukan disini adalah memperbaiki hubungan-hubungan yang saya punya dengan orang-orang terdekat disekeliling saya supaya menjadi lebih baik dan lebih efektif lagi. Saya harus belajar menjadi lebih asertif, lebih percaya, dan lebih tulus kepada ibu saya, keluarga saya, sahabat-sahabat, dan juga Ben. Asertif artinya adalah menyampaikan pesan kita kepada sesorang dengan jelas tanpa menyinggung perasaan orang yang sedang kita ajak bicara. Kalau kita punya masalah dengan orang lain, misalnya ada salah satu sikap orang tersebut yang mebuat kita merasa tersinggung, marah, sedih, atau perasaan tidak enak lainnya, rumusnya untuk menjadi asertif adalah katakan: “sikap kamu yang ‘A’, membuat saya merasa ‘B’, dan dampaknya saya menjadi ‘C’.” ‘A’ itu adalah suatu sikap, bukan judgments, dan ‘B’ itu adalah perasaan kita, dan ‘C’ itu adalah dampak yang diakibatkan masalah tersebut. Nah, kalo itu kan masih ga jelas gara-gara saya pake A, B, C. Kalo contoh yang lebih jelasnya adalah kalimat ini: “Sikap Lisya yang nggak mendengarkan pendapat Kak Caca, membuat Kak Caca merasa tersinggung dan sedih, dampaknya Kak Caca menjadi berfikir bahwa Kak Caca nggak dihargai. Dengan begitu pesan kita akan sampai dan diterima dengan lebih baik oleh lawan bicara kita tanpa membuat dia tersinggung dibanding kalau kita memberi judgments ke orang itu.

 

3

Main Goal –> Being Surrounded by Positive People That Can Bring Me Higher .

Menurut penelitian, kualitas kita adalah rata-rata dari kualitas orang-orang yang paling sering menghabiskan waktu dengan kita. Jadi, sebetulnya penting untuk pandai-pandai memilih teman. Baik bagi kita untuk berteman dengan banyak orang karena itu akan memperluas wawasan kita dan meningkatkan kemampuan sosialisasi kita. Tapi, when it comes to the people yang paling sering menghabiskan waktu bersama kita, choose wisely. Karena energi positif itu dapat dirasakan dan bisa dibilang ‘menular’, begitu juga dengan energi negatif. Semakin sering kita bersama dengan teman-teman yang selalu mengeluh, swearing (sering bicara kasar) misalnya, atau suka ngomongin orang, ketidaknyamanan itu akan semakin terasa dan menempel di diri kita. Nggak mau kan kalo lama kelamaan kita jadi terpengaruh dan jadi ikutan mempunyai kebiasaan-kebiasaan negatif itu, as a result of us adapting to that group of people. Karena yang namanya manusia itukan beradaptasi untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.

4

Main Goal –> Being Healthy

What i can do is 3 things:
- Tidur cukup
- Eat good food
- Olahraga teratur

That can be all..! :)

5

Main Goal –> Having Huge Passion on Studying and To Get Good Grades Out of It.

Kadang kita sangat menyukai satu pelajaran, kadang kita nggak suka atau bahkan benci dengan pelajaran tertentu. Bisa jadi memang karena kita nggak tertarik dengan subjectnya, atau bisa jadi karena pengajarnya yang cara mengajarnya kurang sesuai dengan kita. But anyway, kadang kita harus melakukan hal yang kita tidak suka untuk meraih kesuksesan yang kita mau. So, saya harus coba hilangkan rasa nggak suka dan rasa malas itu, kemudian belajar menyukai subject-subject that i used to hate.

6

Main Goal –> Do What I Love as a Job With Optimism, Creativity, Dedication, and Passion.

Saya sangat bersyukur karena saya beruntung sekali diberikan oleh Allah pekerjaan yang bidangnya sangat saya sukai diumur saya sekarang ini. What i have to do is terus mengasah kemampuan saya, mau menerima kritikan membangun, dan terus memiliki mimpi-mimpi, because that’s what keeps me going! :)

7

Main Goal –> Have Fun and Not Being Too Serious About Life

Saya ingin terus menyempatkan waktu untuk bisa sering bertemu dengan teman-teman dan spend great time with them. Karena dalam hidup kalo kita cuma kerja terus menerus dan nggak pernah relax, santai-santai, dan sekedar have fun, yang ada kita bisa buntu otaknya dan ya jadi stres. Having fun itu sangat dibutuhkan dalam hidup..! Agree..?? :)

Nah itu lah kira-kira Happiness Project saya secara singkat. Interested to make one for yourself..?? :)

Thanks for reading this, have a good evening..!


My Daily 10 Things To Do

‎​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Haii semuanya, apa kabar? This evening I’m gonna write about the things that I think I always have to do in my everyday in order to feel content, happy, and balanced. Hal-hal yang saya tulis berikut ini adalah selain ibadah, makan, dan tidur.
Hehehe…so here it goes:

1. “Mengucap syukur sama Allah sebanyak-banyaknya sesempat yang kita bisa.”
Mengucap syukur membuat kita sadar akan hal2 baik yang sudah dikaruniakan ke kita dari Allah. Dan selain kita insyaallah jadi dapet pahala, mengucap syukur pasti akan meninggalkan rasa bahagia dalem hati kita. Saya pernah merasakan gimana rasanya nggak pernah mengucap syukur. Wah, rasanya hampa dan kosong…kaya lost aja gitu. Dan nggak bahagia. So be grateful….cos grateful people are happy people.

2. “Take some time to think. Of yourself, your life, your happiness, and how to be more productive.”
Spend about 10-15 minutes by yourself. Merenunglah. Pikirin diri kita sendiri, evaluasi apa aja yang udah kita raih dalam hidup, apa saja yang belum tercapai, apa aja yang masih perlu kita pelajari supaya menjadi lebih baik. Apakah kita sudah cukup merasa tenang? Sudah cukup bahagia? Sudah cukup dekat dengan Yang Diatas? Apa aja yang bisa kita lakukan untuk menjadi lebih baik dalam pendidikan, social life, love life, dan family life kita? Dan apa saja yang bisa kita berikan, bisa kita kontribusikan bagi lingkungan kita? Bagi keluarga, sekolah, tempat kerja, ataupun bagi masyarakat? Seberapa banyak yang bisa kita berikan bagi orang-orang disekeliling kita dan dalam bentuk apakah kontribusi kita itu? Sudah cukup produktifkah kita? Karena sikap produktif saya percayai bisa mem-boost self esteem kita, bisa bikin kita jadi lebih percaya diri, dan bikin kita tau bahwa diri kita ini ‘bisa’ dan juga berguna bagi orang lain. Dan sikap produktif can lead to having a “prestasi”. Dan memiliki prestasi juga membuat kita jadi percaya diri dan lebih termotivasi untuk aim higher in life dalam bidang apapun itu. :)

3. “Hug your loved ones.”
Peluklah ibumu, adikmu, atau kakakmu selama minimal 6 detik. Research shows that 6 seconds of hugging is the minimum time necessary to promote the flow of oxytocin and serotonin, mood-boosting chemicals that promote bonding. So, peluklah seseorang yang kita sayang!

4. “Find and read at least one great quote and memorize or write it down.”

5. “Dengerin lagu favorit kita dan sing along.”
It makes me happy and it gives joy..

6. “Tertawa.”

7. “Puji seseorang dengan tulus.”
Saya percaya bahwa dengan membuat orang lain senang, kita akan menjadi lebih bahagia daripada orang tersebut. Ketulusan juga creates true happiness in our heart.

8. “Baca/nonton berita for at least 10 minutes.”
So we know what r the things going on around us. Supaya kita tetap updated dan nggak ketinggalan pengetahuan.

9. “Say ‘I love u’ to at least one of our loved ones and really feel it when u say it.”

10. “Finish at least one task yang belum terselesaikan just to cross it off of my to do lists.”
I do this to help myself. Ketika ada beberapa tugas kampus, atau pekerjaan rumah yang udah saya cicil atau selesaikan jauh sebelum due date-nya, ada kepuasan tersendiri yang saya rasakan. Selain itu, kita jelas juga nggak jadi terburu-buru atau seperti dikejar-kejar waktu kalo task itu masih belum selesai saat sudah mendekati deadlinenya. Dan yang terpenting adalah, by doing this it generates the feeling of being able to be in control and to rely on yourself. It is the feeling that we just ‘can’.

Nah, itu adalah kira2 10 hal yang selalu saya coba lakukan setiap hari. Saya percaya dengan menjadi seseorang yang suka bersyukur dan sering mengucap dan menunjukkan rasa sayang, serta memberi pujian yang tulus bagi orang lain akan menimbulkan kebahagiaan tersendiri dalam diri kita. Dan menjadi produktif penting bagi kita untuk menciptakan rasa percaya diri dan kemampuan untuk mengandalkan diri sendiri….
Be better and be sure that you ‘can’!
Sukses untuk kita semua, semoga tulisan kali ini bermanfaat…..wassalamualaikum wrwb…

 

Ibu

Ibu adalah seorang malaikat..
Ibu adalah pemberi pelukan terhangat…
Ibu adalah cinta kasih yang tak kunjung hilang…
Ibu adalah cinta dan sumber segala kehangatan…

Disaat orang-orang disekelilingku mencoba menyalakan api dikalbuku…
Hanya Ibu lah yang mampu menjemputku dilorong gelap tempatku tersesat….
Mematikan sulut api itu… Memelukku…. dan memaafkanku… lagi.

Ibu adalah sumber segala tanya dalam hidupku„„
Namun beliaulah sumber segala jawaban yang paling benar…

Janganlah pernah percaya apa kata orang akan ibumu…
Dengarlah hanya kata-katanya sendiri……..Dan hargailah….
Belajarlah untuk mencintainya…..
Jangan kau tinggalkan sisinya….

Karena dialah yang menangis paling bahagia saat kita tiba di dunia ini…
Air susunya diberikannya dengan suka cita untuk kita buah hatinya tercinta…
Hingga  kita dewasapun…. Ibu takkan pernah berhenti merawat kita…
Menunggui kita saat kita sakit….dan menenangkan kita saat kita menangis…
Selalu ada disana untuk kita bangunkan ditengah malam hari saat kita gelisah tidak bisa tidur….
Selalu ada disana untuk memberikan nasehat-nasehat yang terbaik yang pernah dan akan ada….

Ibuku….

Dia adalah seorang malaikat, aku dapat melihat sepasang sayap putih terpancar dari kedua matanya….
Sayap yang membawa aku terbang dan memelukku tinggi di awan-awan….

Ibuku….

Dia adalah seorang panutan, yang terbaik….bagi diriku….
Seorang wanita yang terkuat yang pernah kukenal…..
Dia terus melangkah seberapapun kebencian dan kegagalan yang dia terima…
Dia adalah orang yang paling sukses yang pernah ku tau….
Karena 1000 kali ia terjatuh, 1020 kali ia akan bangkit….
Demi aku… demi kami anak-anaknya…

Dialah malaikat yang dapat terlihat oleh kedua mataku…..

Cinta selamanya dalam aliran darahku…..

Panutanku….

Beliau yang membuatku yakin, aku dilahirkan ke dunia karena Allah mencintaiku…

Cinta yang tak kunjung padam….

Ibuku….

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 208,457 other followers