What would i plan and what are the things that i would do if i were about to make a “happiness project” for myself??
Hmmm….. firstly i wanna tell u that the source of my inspiration for this writing now, itu adalah bukunya Gretchen Rubin yang judulnya “The Happiness Project”. There she wrote about the things, efforts, and action items she does to make her life happier. Not saying that her life is unhappy, but she just feels like she’s not living her life to the fullest and she not as happy as she can actually be. Hidupnya diatas berkecukupan, dia memiliki suami yang tampan, baik hati, dan sukses, dia mempunyai hubungan yang baik dengan orang tua dan mertuanya, dan dia juga memiliki pekerjaan yang dia sukai and she earn good money from it. But it’s either that she’s not grateful enough of her life or that she’s still whining, nagging, and tend to focus on negativity around her rather than seeing the goodness, postivity, and blessings she has around her. Jadi si Gretchen Rubin ini menulis banyak hal dalam berbagai aspek yang akan dia lakukan dengan komitmen yang tujuannya diyakini adalah untuk membuat dirinya lebih bahagia dalam hidupnya. Gretchen menulis Happiness Projectnya yang dia apply dalam satu tahun, dengan spesifikasi dan detail yang dijelaskan dalam tiap satu bulan dari Bulan Januari sampai Desember.
Okay, enough about Gretchen Rubin, now we’re talking about what if i were to make this happines project for me and apply it into my daily life..? Hmm…. firstly we need to make this really organized and systematic. Pertama-tama mungkin saya perlu menjabarkan atau menafsirkan, apa sih arti “happiness” atau “kebahagiaan” bagi saya pribadi?
Well, happiness would be…:
- having a constant feeling of closeness with Allah
- having a constant feeling of gratefulness
- being surrounded by people that i love and who love me sincerely
- being surrounded by positive people (family and friends) that can bring me higher in terms of self quality and life achievements.
- being healthy
- having a huge passion on studying and to get good grades out of it.
- doing what i love as a job and work everyday with optimism, creativity, dedication, and passion.
- do better on maintaining relationship with my mom, adek-adek, teman-teman, and Ben and also his family.
- have fun and not to be too serious about life
Nah, itu dia kira-kira penjabaran saya akan kebahagiaan yang ‘pol’ dalam hidup ini. Apakah terdengar terlalu ‘ideal’?? Well, dalam hidup itu masalah pasti ada, nggak mungkin selama kita hidup kita nggak dihampiri masalah, rintangan, atau obstacles, dan hidup berjalan mulus, semua keinginan kita langsung tercapai, dan sebagainya. Tapi boleh dong kita berpikiran dan berkeyakinan dengan optimis bahwa life can be much better asalkan kita berkomitmen menjalankan prinsip-prinsip dasar hidup kita. Well, despite life obstacles, i believe…saya percaya bahwa hidup saya bisa menjadi seperti yang saya inginkan. Tapi tentunya semua hal itu ada ‘harga’nya. Maksud saya, kalo kita mau sesuatu yang lebih baik, kita mau jadi lebih kaya dan sukses misalnya, ya kita harus lebih kerja keras beberapa kali lipat dibanding sebelumnya. Atau kalo kita mau dapat nilai A, kita harus belajar lebih rajin dibanding kalo mau dapat nilai B. I believe every standard has its price. Dan biasanya hal-hal yang paling kita inginkan dalam hidup dan hal-hal yang paling akan membuat kita berkembang, adalah hal-hal yang memiliki resiko besar. Tapi jika kita berhasil melewati/mencapai hal tersebut maka kepuasan luar biasa lah yang akan kita dapat. You get what u earn, no pain no gain, man..!
Okay, now let’s break down my description of “happiness” into action items! (this is gonna be fun yaayy!)
Dibawah ini, saya nggak membagi-bagi action items saya ke dalam 12 bulan seperti yang dilakukan Gretchen Rubin dalam bukunya, melainkan membaginya dalam 7 bagian.
1
Main Goal –> Having a Constant Feeling of Gratefulness and Closeness with Allah.
Arti dari kalimat itu adalah saya ingin bisa terus meneru memiliki rasa bersyukur dan kedekatan dengan Allah. Hmm, hal pertama yang terlintas dipikiran kita dalam hal ini adalah menjalankan ibadah dengan disiplin dan teratur, yaitu yang terutama adalah shalat 5 waktu setiap hari. Itu artinya termasuk: Subuh yang ngga telat mulu. Naaahhh.. itu dia tuh lumayan susah bagi saya, masa solat subuh “mood-moodan” sih?? Kadang tepat waktu, tapi kadang juga telat-telat gara-gara ngga kebangun. Itu adalah satu diantara sekian hal yang harus saya sadari bahwa penting untuk merubah kebiasaan saya.
Untuk bisa bangun shalat subuh, tentunya saya harus tidur lebih cepat karena kalau saya tidur malam (seperti seringnya yang saya lakukan selama ini) akan mengakibatkan saya terlampau ngantuk untuk bangun jam 5 keesokan harinya. Dan saya juga harus merubah persepsi saya, jangan untuk jangan menggampangkan shalat subuh. Kenapa saya bilang saya menggampangkan shalat subuh? Jujur aja, saya ngga mau kalo dibilang saya ‘menggampangkan’, tapi pada kenyataannya…??? Hfffhh.. saya seringkali susah bangun dan shalat telat dimana matahari sudah terang. Nah that one thing i need to be more concerned about.
Selain melakukan ibadah dengan teratur sesuai dengan perintah-Nya, coba kita bahas hal-hal kecil yang kita lakukan setiap hari. Misalnya, kebiasaan saya yang suka berprasangka buruk terhadap orang harus lebih sering dihilangkan. Karena selain berprasangka buruk atau su’udzon dilarang dalam agama, sikap itu juga menciptakan energi negatif dalam diri kita. Jujur tidak mudah untuk selalu bisa berfikiran positif dalam setiap saat. But at least we can try..! Inilah yang saya sebut Switch Button. Switch button itu letaknya ada ditengah-tengah kening saya. Gunanya adalah untuk mem-pause semua pikiran yang sedang berjalan di dalam kepala saya. Misalnya, kalo mulai ada pikiran negatif di kepala saya, itulah saatnya saya pencet itu tombol ditengah jiidat saya (dibayangkan saja, nggak usah dilakukan beneran hehehe..) dan mem-pause semua suara-suara dan kata-kata negatif yang ada di kepala saya dan nge-SWITCH atau merubah semua itu….menjadi hal-hal yang lebih positif misalnya dan kemudian mencoba mensyukuri hal positif tersebut dengan tulus. Well, i guess that i can do.
Itulah mungkin beberapa usaha yang bisa saya lakukan untuk menjadi seseorang yang lebih bersyukur sehingga diridhoi Allah untuk memiliki ‘connection’ atau hubungan yang lebih dekat dengan-Nya (amin..). Sebenernya masih banyak hal yang bisa saya lakukan dan saya tulis disini, tapi nanti malah jadi satu buku kalo nulisnya terlalu detail.. hehehehe :p
Jadi semuanya saya tulis dengan singkat aja ya..
2
Main Goal –> To Be Surrounded by People That I Love and Who Love Me Sincerely, and Do Better on Maintaining Relationships
Yang saya bisa lakukan disini adalah memperbaiki hubungan-hubungan yang saya punya dengan orang-orang terdekat disekeliling saya supaya menjadi lebih baik dan lebih efektif lagi. Saya harus belajar menjadi lebih asertif, lebih percaya, dan lebih tulus kepada ibu saya, keluarga saya, sahabat-sahabat, dan juga Ben. Asertif artinya adalah menyampaikan pesan kita kepada sesorang dengan jelas tanpa menyinggung perasaan orang yang sedang kita ajak bicara. Kalau kita punya masalah dengan orang lain, misalnya ada salah satu sikap orang tersebut yang mebuat kita merasa tersinggung, marah, sedih, atau perasaan tidak enak lainnya, rumusnya untuk menjadi asertif adalah katakan: “sikap kamu yang ‘A’, membuat saya merasa ‘B’, dan dampaknya saya menjadi ‘C’.” ‘A’ itu adalah suatu sikap, bukan judgments, dan ‘B’ itu adalah perasaan kita, dan ‘C’ itu adalah dampak yang diakibatkan masalah tersebut. Nah, kalo itu kan masih ga jelas gara-gara saya pake A, B, C. Kalo contoh yang lebih jelasnya adalah kalimat ini: “Sikap Lisya yang nggak mendengarkan pendapat Kak Caca, membuat Kak Caca merasa tersinggung dan sedih, dampaknya Kak Caca menjadi berfikir bahwa Kak Caca nggak dihargai. Dengan begitu pesan kita akan sampai dan diterima dengan lebih baik oleh lawan bicara kita tanpa membuat dia tersinggung dibanding kalau kita memberi judgments ke orang itu.
3
Main Goal –> Being Surrounded by Positive People That Can Bring Me Higher .
Menurut penelitian, kualitas kita adalah rata-rata dari kualitas orang-orang yang paling sering menghabiskan waktu dengan kita. Jadi, sebetulnya penting untuk pandai-pandai memilih teman. Baik bagi kita untuk berteman dengan banyak orang karena itu akan memperluas wawasan kita dan meningkatkan kemampuan sosialisasi kita. Tapi, when it comes to the people yang paling sering menghabiskan waktu bersama kita, choose wisely. Karena energi positif itu dapat dirasakan dan bisa dibilang ‘menular’, begitu juga dengan energi negatif. Semakin sering kita bersama dengan teman-teman yang selalu mengeluh, swearing (sering bicara kasar) misalnya, atau suka ngomongin orang, ketidaknyamanan itu akan semakin terasa dan menempel di diri kita. Nggak mau kan kalo lama kelamaan kita jadi terpengaruh dan jadi ikutan mempunyai kebiasaan-kebiasaan negatif itu, as a result of us adapting to that group of people. Karena yang namanya manusia itukan beradaptasi untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.
4
Main Goal –> Being Healthy
What i can do is 3 things:
- Tidur cukup
- Eat good food
- Olahraga teratur
That can be all..!
5
Main Goal –> Having Huge Passion on Studying and To Get Good Grades Out of It.
Kadang kita sangat menyukai satu pelajaran, kadang kita nggak suka atau bahkan benci dengan pelajaran tertentu. Bisa jadi memang karena kita nggak tertarik dengan subjectnya, atau bisa jadi karena pengajarnya yang cara mengajarnya kurang sesuai dengan kita. But anyway, kadang kita harus melakukan hal yang kita tidak suka untuk meraih kesuksesan yang kita mau. So, saya harus coba hilangkan rasa nggak suka dan rasa malas itu, kemudian belajar menyukai subject-subject that i used to hate.
6
Main Goal –> Do What I Love as a Job With Optimism, Creativity, Dedication, and Passion.
Saya sangat bersyukur karena saya beruntung sekali diberikan oleh Allah pekerjaan yang bidangnya sangat saya sukai diumur saya sekarang ini. What i have to do is terus mengasah kemampuan saya, mau menerima kritikan membangun, dan terus memiliki mimpi-mimpi, because that’s what keeps me going!
7
Main Goal –> Have Fun and Not Being Too Serious About Life
Saya ingin terus menyempatkan waktu untuk bisa sering bertemu dengan teman-teman dan spend great time with them. Karena dalam hidup kalo kita cuma kerja terus menerus dan nggak pernah relax, santai-santai, dan sekedar have fun, yang ada kita bisa buntu otaknya dan ya jadi stres. Having fun itu sangat dibutuhkan dalam hidup..! Agree..??
Nah itu lah kira-kira Happiness Project saya secara singkat. Interested to make one for yourself..??
Thanks for reading this, have a good evening..!