As these days pass by without ambition. I stare at the air. Feeling quite empty.
I need more to achieve. I need more to learn. I am so thirsty. Of consistency.
Gw lagi pengen nulis, karena most of the time nulis is easier for me than to directly talk..
Kali ini gw mau nulis ngalir aja, tanpa di edit, tanpa ada struktur, tanpa diatur.
Rasa syukur selalu ada, tapi entah kenapa rasanya pengen lebih. Pengen lebih, pengen lebih.
Rasa syukur ada dan gw percaya itu yang bikin hidup berarti dan lebih bahagia.
Seneng sih sebenernya. Kalo diinget-inget beberapa waktu terakhir ini banyak melewati momen-momen yang sengaja gw ikutin untuk menerima pembelajaran baru. Waktu itu sempet ngabisin enam hari full ikut Pelatihan Dasar Konseling yang diadain sama S.A.T.U Consulting dan juga ikut online coursenya Brendon Burchard yang namanya High Performance Academy Online Master’s Course.
Iya sih, sebenernya ada hal-hal baik dan membangun yang gw kerjakan selama ini. Tapi entah kenapa hari ini tiba-tiba gw ngerasa kurang. Mungkin sifat ambisius gw lagi ‘kambuh’, which is good. Karena itu yang membuat gw jadi selangkah lebih maju. Tapi bad sidenya, ‘ambitiousness’ ini membuat gw nggak bisa tidur sampe pukul 2.22 dini hari, saat ini. Tapi gw mau mencoba melihat situasi ini dari sudut pandang yang berbeda. Mungkin dengan ngalir aja nulis gw akan nemuin angle berbeda itu dengan sendirinya.
Banyak rasanya yang pengen gw share dalam tulisan kali ini karena udah lama buanget gw nggak nulis. Mungkin itu juga yang bikin gw kadang merasa stuck, karena buah pikir – buah pikir yang begitu banyak di kepala nggak gw keluarin dalam bentuk favorit gw. Tulisan.
Ok then, so i’ve decided dalam tulisan kali gw akan share satu dari sekian pelajaran-pelajaran atau hikmah keren yang gw dapetin selama sekian ratus bulan terakhir ini *lebay. Dan satu hal itu adalah yang udah gw sebutin diatas, High Performance Academy Online Master’s Course. Untuk cerita-cerita lainnya akan gw share di next posts.
High Performance Academy (HPA) by Brendon Burchard
Ini adalah sebuah akademi online yang sangat amazing super duper crazy doremi stroberi deh. I recommend you untuk nge-google “Brendon Burchard” dan tonton salah satu videonya. Atau subscribe dan ikutin. You’ll see how brilliant he is. Yang kocak masa gw ampe sempet mimpi Brendon Burchard dinner bareng gw dalam rangka pdkt sama gw. Hahahaha! Waktu gw ceritain Ben sih ketawa-ketawa aja ngakak ngeliat istrinya segitu freaknya nikmatin itu HPA online course.
Tapi banyak banget yang gw pelajarin dengan mengikuti online course ini. Gw juga punya notebook khusus yang isinya adalah catetan lengkap yang gw tulis sambil nonton video lessonsnya Brendon. Kalo gw ceritain detail seperti apa sistem belajarnya rasanya gak mungkin bisa karena akan banyak banget yang harus gw tulis. Tapi ada beberapa hal penting bagi gw yang gw pelajari dari online course ini.
Pertama, it’s not that easy to be a high performer. It really isn’t!! Mungkin internal force bisa dibangun (yang basically gak mudah juga) Tapi external force juga bagi gw, jujur, sangat berpengaruh. Internal force diatas adalah semangat, ambisi, konsistensi, persistence, determination, proses belajar terus menerus, disiplin, dan fokus. Kalo external force itu adalah konsistensi untuk terus memperbaharui diri dengan belajar hal-hal baru yang sesuai dengan goals kita dan bahwa adanya support dari lingkungan sekitar itu sangat penting. Contohnya, kita harus berteman dengan orang-orang yang memenuhi, atau mengarah ke, kriteria kepribadian dan perilaku seorang high performer. Karena kalo kita udah semangat berapi-api, tapi lingkungan nggak kondusif, biasanya agak susah untuk keep our pace. Analogi randomnya misalnya sebatang emas, tapi ditaro dilumpur dan didiemin karena ngga terlihat dan bahkan keinjek-injek kaki orang yang lewat. Beda nilainya dengan emas yang diambil oleh “tangan yang tepat” dan dipoles dari kotoran-kotoran dipermukaannya, terus diperindah dengan ukiran-ukiran, dan kemudian dijual dengan harga tinggi. Dengan kata lain, potensi yang nggak terdukung oleh kendali orang-orang yang tepat akan jadi sia-sia dan tak bernilai.
Dan pentingnya lingkungan itu emang kerasa banget hanya dalam beberapa hari pertama gw ikut online course ini. Gw merasa dikelilingi orang-orang yang sangat positif yang ingin terus mengembangkan diri throughout their lives. Mereka adalah 799 peserta lainnya yang juga mengikuti course ini. Luar biasa how being in such environment and focusing on them influences my mind and behavior to stay on the right track. Rather than focusing on the negative energy we get from negative shallow people yang mungkin ada dalam hidup kita masing-masing yang kerjaannya mengkritik atau menjelekkan orang lain, and feel happy and fulfilled doing it. Capek banget kan tenggelam dalam kritikan atau ejekan orang lain terhadap diri kita. Seperti haters di social media, atau banyak contoh real lainnya. So useless mendengarkan celotehan orang-orang ini, karena dengan focusing kesitu energi kita akan drained down akibat aura negatif yang ada dipikiran kita dan kemudian menyebar ke sel-sel di tubuh kita. Kita jadi fokus pada hal-hal yang ngga ada, yang kurang, yang jelek bagi kita. Sementara dengan mengelilingi diri sendiri dengan orang-orang yang fokus pada strength mereka dan saling support karena mengerti pentingnya meraih sukses dalam hidup itu SANGAT truly energizing.
Seriously! Gw ngomong gini karena memang merasakan langsung. Jadi kalo ada istilah “kalo bertemen itu jangan pilih-pilih.” Well, frankly gw bukan penganut paham itu. Dalam arti, gw tetap bereman sama siapa saja. Tapi yang gw jadikan sahabat atau the ones that i hang out with the most adalah orang-orang yang bagi gw bisa membawa pengaruh positif bagi gw. I honestly dont wanna waste my time dengan orang-orang yang hobinya adalah dengan sengaja point out flaws orang lain, atau ngegosipin dan ngomongin hal negatifnya orang lain. Kenapa? Cos i care for my life, i care for the way i think most of the time, cos the way i think most of the time itu terbentuk dari yang namanya kebiasaan. Kalo kita terbiasa dikelilingi dengan orang-orang yang sering menggunakan kalimat-kalimat atau pembahasan negatif, maka cara berpikir kita juga jadi akan terbiasa bekerja dengan membentuk kalimat-kalimat negatif atau melihat hal-hal dari sudut pandang yang sempit.
Dan satu lagi alasannya adalah karena gw care for my inner peace!! Jelas kita akan gelisah kalo sedang atau habis melakukan hal yang negatif, entah menjadi pelaku aktif atau hanya sebagai pelaku pasif—pendengarnya. Pasti nggak enak rasanya, dan gw lebih prefer untuk ngobrol-ngobrol dengan orang yang berpikir ke depan, orang-orang yang peduli dengan sekitarnya, people who talks about ideas and rare point of views yang menginspirasi gw. Dengan begitu setelahnya pasti gw akan pulang dengan perasaan enlightened dan senang. Karena gw berhasil mengisi hari gw dengan hal-hal yang truly positive dan membangun diri.
So, basically gw seneng banget dikaruniakan Allah keinginan unutk belajar seperti selama ini. Walaupun nggak 24/7 juga sih kepengennya. Jujur gw pengen lebih haus lagi untuk belajar karena gw pengen jadi lebih sukses lagi. Dalam banyak aspek. Dan gw seneng bisa dikasih kesempatan untuk nemuin linknya Brendon Burchard yang promoin online coursenya yang sangat precious itu. Walaupun gw agak behind karena kesibukan-kesibukan lainnya, tapi gw pengen nyelesaiin course ini. Karena gw percaya, memperbaharui diri itu didapatkan dari melakukan 2 hal. Yaitu MENERIMA dan MEMBERI. Menerima adalah belajar dari seorang coach, guru, senior, kakak, orang tua, dan sebagainya.. Sementara memberi adalah membagikan pada orang lain apa yang kita sudah miliki. Membagikan inspirasi dan hikmah berharga apa yang sudah kita terima dan rasakan.
To give back what you get, will make you get more than what you give.
Yup!! Itulah the other angle to see my previous situation. I got it! Gw berhasil nemuin sudut pandang berbeda, dan sadar bahwa tadi gw lupa bersyukur dengan mengingat-ingat apa aja nikmat yang Allah udah kasih ke gw. Dan itu rasanya lebih nikmat
Makasih ya readers udah setia baca ini sampe habis. I love you for believeing in me, and for being my source of inspiration!
Comments on: "Two Sides in Me: Ambisi dan Rasa Syukur" (10)
nice..makasih marshanda…tiba2 ngrasa lega…
Caca, saya izin copy some sentences which represent my words to express my feeling di blog ya
tetep semangat caca
, mampir diblog aku dunkk hehe… yudithcantik.blogspot.com
Thanks for the recommendation, Marshanda!
Kalau boleh saya mau ngutip kata2 om Billy Boen yang senafas sama postingan ini: “Ga puas BEDA dgn ga brsyukur. Jdlah org yg trus mau brbuat lbh baik dr sblmnya + miliki rasa syukur”
Sukses selalu!
Suka Sekali Mbak Marshanda ^^ Suka, setuju …..
>> Sukses Selalu Mbak ^^
Salam kenal mbak marshanda…
nice story,,,
love uuu
salam kenal Cha,
kalo diliat2, Brendon mirip juga ama your husband, pantes lah kl kebawa mimpi, kesem sem ama cloningan suami sendiri, hehehehe
kak cha, thanks kak. This has inspired me more to change myself better than before. Your story opens my mind about a new point of view. And, it’s very valuable idea!